Rabu, Mei 23, 2012

PUISI


wanita mengambang

wanita sedang dalam ketakutan
bukan kehujanan
jatuh
ataupun celakanya dalam sebuah perjalanan
lebih dari pada itu
bahkan untuk memijakkan kakinya di bumi Allah ,dia gemetar
keretakan lapisan bumi di ratakan perlahan olehNya
selapis demi selapis
selangkah demi selangkah dibuatnya rata ,semua dikembalikan ke tanah
wanita tak sanggup menatap amarahNya
diam membisu dan tangis lebih di atas haru
diingat wajah bapaknya, mungkin dia akan mengingat wajah ibunya namun tak pernah ditemui semasa hidupnya
dulu dia tahu rumahnya menjaganya dari panas dan hujan namun hari ini dia pasrah pada MAHA PELINDUNG atas segala asa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar